Contoh Critical Book Report

CRITICAL BOOK REPORT
DALAM NOVEL PERTEMUAN DUA HATI



Oleh:
1.     Flora Saragih                          17110274
2.     Josua Noviardi Tanjung       17110263
3.     Tommy Baratha Hutabarat  17110262



                 Dosen Pengasuh : Elza Leyli Lisnora Saragih, M. Hum.

            PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
MEDAN
2018


KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karuniaNya lah kita masih dapat diberikan nafas kehidupan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Membaca.
Kami mengucapkan Terima Kasih kepada Ibu Dosen yang telah memberikan tugas ini kepada kami yang bertujuan agar kami mampu mengetahui serta menerapkan Critical Book Report. Makalah ini disusun sebagaimana adanya yang telah kami baca dan dapatkan dari buku Novel “Pertemuan Dua Hati” Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dengan nama Penulis Nh. Dini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang ikut serta dalam membantu kelengkapan dan penyusunan makalah ini sehingga bisa selesai dengan baik dan hasil yang bisa diterima oleh kami dan para pembaca nantinya.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan,   Mei  2018

Penulis

i



 
DAFTAR ISI

COVER………………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR…………………………………………….……………i 
DAFTAR ISI……………………………………………………………………ii
BAB I : PENDAHALUAN
        A. Informasi Bibliografi …..…………………………..……………...…..1

BAB II : PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REPORT

        A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………..3
        B. Permasalahan……………………………………………………….....3
        C. Kajian Teori…………………………………………………....………3
        D. Metode…...………………………………………………...…......…….5
        E. Tujuan…………………………………………………...……...………7
       
BAB III : PEMBAHASAN SECARA UMUM

        A. Sinopsis Buku ………………………………………………………….8
        B. Penilaian Tentang Kelebihan Dan Kekurangan Buku…..…………...8
        C. Analisis Critical Book Report Yang Mencakup  ………..……………11
        D. Ciri-Ciri Novel Yang Baik ……………………………...…………….12
        E. Jenis-Jenis Novel………………………………………...…………….12
        F. Esensi Novel……………………………………………………………13



ii


BAB IV : PENUTUP          

        A. Kesimpulan……...……………………………………………………..14
        B. Saran ………………………………………………………………......14

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….



BAB I
PENDAHULUAN
A. Informasi Bibliografi
Judul                           : Pertemuan Dua Hati
Penulis                        : Nh. Dini
ISBN                           : 20186016
Penerbit                      : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit               : 2003
Urutan cetakan          : Kedua Belas
Dimensi buku             : 20,5 cm x 15 cm
Tebal buku                 : 0,5 cm



Judul                            : Srikandi ( Novel Pembanding )
Penulis                         : Siddha Malilang
ISBN                            : 979-22-2130-1
Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                : 2006
Dimensi buku              : 20,5 cm x 14 cm
Tebal buku                  : 0,5 cm

BAB II
PEMBAHASAN
CRITICAL BOOK REPORT
A. Latar Belakang Masalah
           
Critical book report merupakan salah satu instrumen yang dapat mendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran pada tahap perkuliahaan. Critical book report terhadap buku, jurnal, maupun artikel lainnya pada dasarnya adalah upaya untuk membaca, memahami, memeriksa, kemudian melakukan evaluasi. Menilai, mengkritik dan memberikan rekomendasi apakah buku, jurnal maupun artikel layak untuk dibaca atau tidak merupakan tujuan dari critical book report.
            Kelompok kami mendapat tugas untuk melakukan critical book report terhadapat salah satu buku sastra, yaitu novel. Penulis novel adalah Nh. Dini dengan judul “Pertemuan Dua Hati”. Novel ini mengisahkan bagaimana niat yang benar, perjuangan, uluran tangan dan doa-doa yang berujung pada keberhasilan. Dalam proses mengerjakan tugas ini, kelompok kami berupaya dengan optimal untuk menerapkan langkah-langkah critical book report.
B. Permasalahan
            Dalam kegiatan membaca,tentu pembaca mengalami proses menerima isi bahan bacaan. Tetapi, tidak jarang pembaca kurang setuju dengan apa yang mereka dapatkan setelah membaca seluruh bahan bacaan.Oleh karena itu Critical Book Report adalah cara untuk menyikapi bahan bacaan tersebut.Ada beberapa yang dapat dikategorikan sebagai permasalahan dalam Novel Karya Nh. Dini yang berjudul Pertemuan Dua Hati.Yang dapat pemakalah jabarkan adalah :
 1.  Apa yang menjadi tujuan penulis Novel ?
 2.  Siapa target dari penulisan Novel ?
 3.  Bagaimana hubungan gagasan-gagasan yang diajukan oleh penulis ?
 4.  Hal-hal apa saja yang dapat diterima oleh pembaca ?
C. Kajian Teori
            Metode yang kelompok kami gunakan adalah metode SQ3R. Metode SQ3R adalah suatu metode studi yang mencakup lima tahap yaitu Survey, Question, Read, Recite, Review.  

1. Suvei
            Sebelum anda memulai membaca sebuah buku, langkah pertama periksalah terlebih dahulu judul dan sub-sub judul, bab utama, dan organisasi bab pada buku tersebut. Bacalah secara sekilas bagian awal, mungkin berupa pendahuluan. Bacalah bagian akhirnya. Selanjutnya lihat dan perhatikan gambar-gambar, foto, lukisan, peta, grafik atau apa saja yang dilampirkan oleh penulis. Hal ini sangat menolong untuk kegiatan membaca selanjutnya.
2. Question     
            Langkah selanjutnya, munculkanlah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dapat kamu jawab setelah melakukan kegiatan membaca. Jawaban apa yang anda butuhkan akan anda dapatkan dalam buku tersebut. Kegiatan ini sangat perlu mengingat jika kita membaca untuk tujuan mendapatkan jawaban atas pertanyaan kita, maka akan menuntut kita untuk membaca lebih hati-hati dan tentu saja hal ini membuat ingatan kita mengenai isi buku tersebut akan lebih muda.
3. Read
            Selanjutnya, bacalah  buku tersebut dengan teliti dan seksama paragraf  demi paragraf. Perlu kita ketahui, setiap paragraf mengandung satu ide sentral atau ide pokok. Seluruh ide pokok dalam paragraf  akan mencerminkan ide yang akan disampaikan penulis dalam bukunya. Karena itulah, kita harus dapat mengenali pikiran-pikiran pokok ini, agar kita dapat mengikuti jalan pikiran penulis. Perhatikan juga unsur-unsur penunjang yang disertakan oleh penulis dalam menjelaskan ide pokoknya.
4. Recite
            Setelah selesai membaca, renungkanlah kembali apa yang telah anda baca tadi. Anda harus dapat menvisualisasikan organisasi, sistematika dan struktur dari setiap bab tau bagian buku yang anda baca. Lihat kembali pada catatan dan pertanyaan yang anda buat. Selanjutnya  jawablah setiap pertanyaan yang telah anda sediakan sebelumnya. Selanjutnya, alihkan perhatian kepada setiap proses atau hal lain yang menarik yang harus diingat. Selanjutnya, tuangkan kembali dengan menggunakan bahasa anda sendiri.


5. Review
            Periksalah kembali keseluruhan bagian tanpa mengulang membaca bagian per bagian. Tinjau kembali kembali pertanyaan, atau catatan- catatan yang telah anda buat. Selanjutnya perhatikan kelengkapannya.   
D. Metode
1. Tema
            Tema dapat diartikan sebagai dasar atau makna suatu cerita novel. Selain itu, tema juga dapat dikatakan sebagai pandangan hidup tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membangun dasar atau ide utama suatu karya sastra (Brooks dan Warren, 1952:820).
2. Plot
            Plot adalah struktur gerak atau pelaku dalam fiksi atau drama. Sebuah cerita biasanya dibagi dalam lima bagian yaitu :
    a. Situation
    b. Generating circumstances
    c. Rising action
    d. Climax
    e. Denouement
3. Pelukisan Watak
            Ada beberapa cara yang dapat dipergunakan oleh pengarang untuk melukiskan watak tokoh yaitu :
     a. Melukiskan bentuk lahir dan pelaku
     b. Melukiskan jalan pikiran pelaku atau apa yang melintas dalam pikirannya
     c. Melukiskan bagaimana reaksi pelaku itu terhadap kejadian-kejadian
     d. Pengarang dengan langsung menganalisis watak pelaku
     e. Pengarang melukiskan keadaan disekitar pelaku
     f. Pengarang melukiskan bagaimana pandangan- pandangan pelaku lain dalam suatu cerita terhadap pelaku utama
     g. Pelaku-pelaku lainnya dalam suatu cerita memperbincangkan  keadaan pelaku utama.
4. Konflik
            Secara sederhana, konflik dapat diartikan sebagai permasalahan yang dihadirkan pengarang dalam cerita yang mengakibatkan tokoh dalam cerita berusaha dan berjuang. Konflik dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu konflik eksternal dan konflik internal. Konflik eksternal adalah konflik antara tokoh dengan alam di sekitarnya atau antara tokoh dengan tokoh lainnya. Konflik inernal adalah konflik yang terjadi di dalam diri tokoh. Konflik yang mungkin timbul dalam cerita adalah :
      a. Konflik antara manusia dengan manusia.
      b. Konflik antara manusia dengan masyarakat.
      c. Konflik antara manusia dengan alam sekitar.
      d. Konflik antara suatu ide dengan ide lainnya.
      e. Konflik antara manusia dengan batinnya.
5. Latar atau Setting
            Setting adalah latar belakang fisik, unsur tempat dan ruang dalam suatu cerita. Fungsi latar/ setting adalah :
      a. Untuk memperbesar keyakinan terhadap tokoh serta gerak dan tindakan .
      b. Untuk membuat suatu relasi langsung dan menyeluruh dalam suatu cerita.
      c. Untuk menciptakan suasana yang lebih serasi.  
6. Pusat Penceritaan
            Istilah lainnya adalah point of view. S. Tasrif membagi point of view atas :
      a. Author-omniscient (orang ketiga), dalam hal ini si pengarang menceritakan ceritanya dengan mempergunakan kata ‘dia’ untuk pelaku utama, akan tetapi ia turut dalam pribadi pelakunya.
      b. Author-participant, dimana pengarang turut ambil bagian dalam cerita. Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi yaitu pengarang menjadi pelaku yang terutama (main characters) atau pengarang hanya mengambil sebagian kecil saja (subordinate characters)
      c.  Author-observer, pengarang hanya sebagai peninjau saja, seolah-olah ia tidak dapat mengetahui jalan pikiran pelakunya.
      d. Multiple ( campur aduk).
E. Tujuan
           
Segala sesuatu ada di muka bumi ini memiliki dasar tujuan. Setiap ilmu pengetahuan dengan tujuan masing-masing akan memberikan manfaat kepada yang menyadarinya. Begitu juga dengan critical book report ini. Tujuan dari critical book report yang dapat kelompok kami paparkan adalah :
  1. Menilai kekurangan dan kelebihan terhadapa apa yang dibaca
  2. Membuat evaluasi maupun kritikan yang wajar serta membangun
  3. Melatih pembaca dalam membaca dan juga melakukan pemahaman
  4. Menambah wawasan, memperdalam ilmu.

                                                                                            











BAB III
PEMBAHASAN
SECARA UMUM BUKU
A. Sinopsis Buku
           
Bu Suci adalah seorang guru yang menjalani hidupnya dengan penuh perjuangan. Ia dihadapkan masalah yang cukup besar tentang keadaan anak kandungnya dan anak didiknya yang tergolong ‘sukar’. Bu Suci menghidupi profesinya sebagai seorang guru.Bahkan menjadi guru yang memiliki banyak keungggulan.Ia menerapkan nilai-nilai kehidupan dimana saja,baik ketika di desa,yaitu Purwodadi,dan di kota Semarang.
            Bu Suci memilih untuk menolong keduanya, yaitu anak “dan”  Waskito, muridnya. Berbagai upaya harus ia lakukan,walau sangat melelahkan, akhirnya upayanya tidak sia-sia. Tuhan mendengar doa-doa Bu Suci. Perubahan positif sungguh-sungguh terjadi. Harapannya terwujud untuk Waskito yang mengalami kemajuan.
            Kisah ini tentu sangat menginspirasi banyak orang terkhusus bagi pendidik dan peserta didik. Banyak nilai moral yang dapat diterima melalui isi novel ini. Termasuk yang paling berharga adalah bagaimana seseorang mengalahkan keegoisannya untuk memberikan topangan yang sangat diperlukan.
            Alangkah baiknya jika kita meluangkan waktu untuk membaca novel “Pertemuan Dua Hati” karya Nh. Dini ini.
B. Penilaian Tentang Kelebihan dan Kekurangan Buku
1. Tema
Pertanyaan yang diajukan :
a. Apa tema bacaan tersebut ?
b. Apakah tema tersebut sah dan benar-benar merupakan kebenaran umum ?
Jawaban :
a. Perjuangan untuk kebaikan
b. Menurut kami tema ini masih berkaitan dengan nilai dan makna kehidupan. Seperti yang terdapat pada ( halaman 37-38 ).
                                               
2. Point of View
Pertanyaan  penuntun :
a. Siapakah pencerita ? Bagaimana kedudukannya ?
b. Apakah poin of view itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita ?
Jawaban :
a. Pencerita atau penulis adalah sastrawan yang bernama Nh. Dini. Kedudukannya  digunakan sudut pandang orang pertama perlaku utama. Seperti yang teradapat pada (halaman 9).
b. Sudut pandang orang pertama pelaku utama selalu konsekuen, terlihat pada cerita novel ini.
3. Tokoh         
Pertanyaannya :
a. Apakah penokohannya disajikan secara langsung, apakah pengarang ada merangkum  sifat-sifat tokoh tersebut dan menceritakan kepada pembaca apa dan bagaimana pikiran-pikiran   tersebut ?
b. Berapa banyakkah di antara penokohan  itu yang dilakukan secara tidak langsung melalui dialog para tokoh, tindakan-tindakan  mereka, serta reaksi yang lain terhadap mereka ?
c. Apakah tokoh –tokoh itu nyata ?  Apakah mereka bermain wajar dan hidup ?
d. Apakah yang dikehendaki oleh para tokoh itu, dan apa sebabnya mereka mengkehendakinya ?
e. Bagaimanakah hubungan para tokoh dengan tema cerita itu ?
Jawaban :
 a. Penokohannya disajikan secara langsung, pengarang merangkum sifat-sifat tokoh dan menyampaikan pada pembaca tentang karakteristiknya. Tokoh protagonis dalam novel ini yaitu, Bu Suci (halaman 10, 47), Nenek Waskito (halaman 38), Waskito (halaman 42,43),  teman -teman Waskito (halaman 29). Tokoh antagonis dalam novel ini adalah ayah Waskito (halaman 37). Tokoh tritagonis dalam novel ini ialah kepala sekolah  dan  teman- teman Waskito.
b. Penulis mendeskripsikan watak tokoh secara tidak langsung, melalui dialog (halaman 68).  Dari sisi tindakan kami menemukan pada (halaman 65).
c. Tokoh- tokoh dalam  novel, terkhusus Bu Suci dikategoriakan sebagai tokoh  nyata (real). Maksudnya sifat, karakter dapat di temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh tersebut bermain dengan wajar dan hidup. Ini berkaitan dengan kehidupan sosial budaya yang diceritakan dalam novel. Contohnya Bu Suci yang lembut  merupakan salah  satu  karakter dari suku Jawa.   d. Bu Suci memiliki kehendak atau keinginan untuk menolong murid sukarnya yang bernama Waskito karena ia ingin Waskito mendapatkan kewajaran yang seharusnya. Waskito berkeinginan untuk mendapatkan kasi sayang yang semestinya dari kedua orang tuanya. Waskito iri kepada teman-temannya yang mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya. Contohnya diantar langsung ke sekolah.    
e. Hubungan para tokoh dengan tema cerita terwujud. Waskito , memiliki perbedaan-perbedaan pemikiran yang selanjutnya menjadi tindakan-tindakan yang aneh bahkan sampai membahayakan. Namun ini karena ia kurang mendapatkan perhatian yang seharusnya dari orang tua. Bu Suci yang baik hati, orang yang berkeinginan kuat memutuskan untuk berupaya memberikan pertolongan-pertolongan yang berarti. Oleh karena itu Bu Suci dan Waskito  mengalami “Pertemua Dua Hati”.
4. Plot 
Pertanyaan  penuntunnya :
a. Insiden-insiden apakah yang telah dipilih untuk melayani tema cerita itu ?
b. Apakah terdapat hubungan wajar dan baik antara tema dengan insiden-insiden itu ?
c. Mengapa insiden-insiden ini lebih menonjol dari pada yang lainnya ?
d. Apakah insiden itu disusun secara rapih dan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yan penting dan berguna ?
e. Apakah insiden- insiden itu wajar , hidup dan signifikan ?
Jawaban :
          Waskito yang dikategorikan sebagai murid ‘sukar’ beberapa kali memebuat lahirnya insiden yang tidak diduga-duga. Contohnya ia berteriak-teriak sambil memegang benda tajam (gunting),  ada juga saat dimana dia menghancurkan pot-pot yang berisi tanaman . 
           Dari insiden-insiden tersebut, Bu Suci mencoba untuk mempelajari dan memahaminya, kemudian berupaya untuk mencari solusi dan jalan keluar yang tepat. Solusi yang dicetuskan oleh Bu Suci bukan memarahi, memukul, mengejek atau merendahkan harga diri Waskito, yang akan berdampak negatif terhadap Waskito dan mungkin juga Bu Suci. Tetapi Bu Suci memilih untuk menaklukkan hati Waskito dengan cara menunjukkan kasih sayang yang begitu dalam. Sehingga Waskito dan Bu Suci saling pengertian.
            Pokok permasalahan yang dibahas dalam novel ”Pertemuan Dua Hati” menurut kami wajar dan berhubungan dengan kehidupan nyata.
5. Bahasa        
Pertanyaannya :
a. Apakah bahasa cerita itu tajam, lincah dan sugestif ?
b. Gaya bahasa apakah yang dipergunakan dalam cerita itu ?
c. Apakah penggunaan gaya bahasa itu tepat , wajar dan hidup ? 
Jawaban :
          Bahasa-bahasa yang terdapat dalam novel memiliki potensi untuk mempengaruhi pembaca. Kelompok kami merasakan adanya pengaruh yang berupa ajakan untuk menolong seseorang (mungkin murid) dengan upaya-upaya yang positif . Contoh gaya bahasa yang terdapat dalam novel ini adalah “membesarkan hatiku, ramuan yang membumbuhi kehidupan, suntikan pengetahuan, mata gelap”. Penggunaan gaya bahasa tersebut, menjadikan bacaan ini hidup dan menarik.             
6. Pemakalah menemukan kelemahan diantaranya :
a. Nasehat  (halaman 9) , SPG dan IKIP (halaman 10), bis dan filem (halaman 11), di mana pun (halaman 12), berobah (halaman 12), berterima-kasih (halaman 13), isteri (halaman 14), diperjual-belikan (halaman 17), Departemen (halaman 18), sembutan (halaman 19), tanggung-jawabku (halaman 24), Bu De-nya (halaman 51), mengingati (halaman 51), pembikinan (halaman 63), mengamok (hlaman 67), korden (halaman 79).
C. Analisis Critical Book Report Yang Mencakup :
            Menurut kami, penulis melalaui novel ini bertujuan untuk menyampaikan betapa pentingnya menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Pertolongan tersebut diberikan dengan cara yang baik dengan ikhlas yang sebelumnya sudah dipikirkan dan dipahami dengan tepat. 
            Dari segi kualitas isi novel ini dapat dikatakan cukup bagus. Bahasa-bahasa yang digunakan cukup mudah untuk dimengerti, sudah menggunakan ejaan yang tepat. Walaupun terdapat beberapa kesalahan . Pada kenyataanya novel ini, kertasnya masih kurang menarik dan terdapat beberapa goresan yang menimbulkan kekaburan dalam tulisan. Namun kekurangan-kekurangan tersebut tidak melebihi kelebihannya.  
           
            Menurut kelompok kami isi dari novel ini sangat berkualitas. Banyak nilai-nilai moral disampaikan yang tentunya sangat bermanfaat, terkhusus untuk zaman sekarang yang semakin maju akan tetapi nilai moral dan agama mulai dikesampingkan.
D. Ciri-Ciri Novel Yang Baik
Menurut Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M. Pd
Novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang didalamnya terdapat nilai-nilai budaya, sosial, pendidikan dan moral. Dalam sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesama. Biasanya penulis berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada berbagai macam gambaran realita kehidupan melalui ceita yang terkandung dalam novel tersebut.

Secara umum, berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri novel.
  1. Jumlah kata yang digunakan lebih dari 35.000 kata
  2. Cerita dalam novel lebih dari satu impresi, efek dan emosi
  3. Alur cerita dalam novel lebih kompleks
  4. Cerita di dalamnya lebih luas
  5. Memiliki cerita yang panjang namun banyak kalimat yang diulang-ulang
  6. Novel ditulis dengan narasi dan didukung dengan deskripsi untuk menggambarkan suasana yang ada di dalam novel tersebut.
E Jenis-Jenis Novel
Berikut ini merupakan jenis-jenis novel berdasarkan klasifikasinya.
a. Jenis novel berdasarkan Nyata atau tidaknya kejadian
      1. Novel fiksi adalah novel yang tidak nyata atau tidak terjadi pada kehidupan nyata
      2. Novel non-fiksi adalah novel yang pernah ada atau nyata adanya
b. Jenis novel berdasarkan genre ceritanya
      1. Novel Romantis, yaitu novel yang isinya berupa kisah kasih sayang dan percintaan
      2. Novel Horor, yaitu novel yang berisi tentang hal yang menyeramkan
      3. Novel Komedi, yaitu novel yang berisi cerita lucu
      4. Novel Inspiratif, yaitu novel yang berisi kisah inspiratif
c. Jenis novel berdasarkan isi dan tokoh
      1. Novel Teenlit, yaitu novel yang berisi cerita tentang remaja
      2. Novel Chicklit, yaitu novel yang berisi tentang perempuan muda
      3. Novel Songlit , yaitu novel yang diambil dari sebuh lagu
      4. Novel Dewasa, yaitu novel yang berisi cerita orang dewasa.
F. Esensi Novel
       Seseorang menyikapi sesuatu atas dasar maksud-maksud tertentu. Ada keinginan maupun tujuan. Tetapi kadang kala, seseorang tidak atau kurang mendapatkan yang sepantasnya ia dapatkan, dari apa yang dilakukan maupun disikapi. Dalam hal membaca, informasi, motivasi, ide, hiburan dapat diterima oleh pembaca. Yang sangat penting adalah tentang menyadari esensinya.
       Setelah membaca, membahas novel yang sudah ada, kelompok kami berpendapat bahwa pada salah satu jenis karya sastra tersebut terdapat ciri-ciri yang  mumpuni sebagai novel. Kami juga mendapatkan manfaat, nilai kehidupan, faedah, esensi. Yang dapat kami sampaikan adalah :
     1. Menyadari, Tuhan adalah Yang Maha Kuasa, bersedia untuk mendengar dan memberikan  pertolongan.
     2. Perlu menampilkan yang benar, walaupun berbeda prinsip dengan sekitar.
     3. Upaya, kerja keras akan berbanding lurus dengan hasil.
     4. Memperoleh ilmu tentang Critical Book Report, mendapatkan informasi tentang penyampaian dari penulis novel (Seperti tempat-tempat dan jalan kehidupan tertentu).
     5. Memiliki motivasi, semangat untuk mencoba melakukan aplikasi nyata dari manfaat-manfaat yang diperoleh, seperti peduli dan menolong ( Ini sangat layak bagi calon guru ).












BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Tuhan adalah sumber berkat yang selalu memberikan pertolongan dan memberikan segala sesuatu yang perlu. Bu Suci mampu memberikan pertolongan karena memohon kepada Tuhan dan melakukan upaya-upaya yang nyata.Buktinya adalah dia dapat memahami hati Waskito dan membuatnya berubah ke arah yang lebih baik.
             Dengan tugas dari Ibu Dosen tentang critical book report ini kelompok kami mendapat banyak pengetahuan,banyak pula mendapat makna hidup dari novel ini. Sebagai makhluk ciptaan, hendaknya kita dapat melakukan aplikasi nyata. Contohnya kalau kita menjadi seorang pendidik, kita harus mampu menolong  anak didik kita dengan ikhlas.
B. Saran
            Kelompok kami sudah membaca novel ini dan mendapatkan manfaatnya. Karena itu kami berharap semakin bertambah yang bersedia untuk membacanya juga. Novel ini sangat layak untuk dibaca terlebih bagi calon-calon pendidik.    
 

iii
 
DAFTAR PUSTAKA :
Saragih,Lisnora Leyli Elza.2015.Diktat Perkuliahan Keterampilan Membaca. Medan: Fakultas Keguruan dan
               Ilmu Pendidikan,Universitas HKBP Nomensen.

           02 Mei 2018 pukul 16.00 WIB.
           05 Mei 2018 pukul 20.00 WIB.




1 komentar:

Pages