Contoh Narasi Eksposistorik ( Narasi Teknis ) dan Narasi Sugestif

A. Narasi Eksposistorik ( Narasi Teknis )
Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tenttang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Di dalam  narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau samapi terakhir dalam kehidupannya. Untuk karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Contoh:

Kisah perburuan penjahat perang Kapten Raymond Wasterling yang melakukan pembantaian di Sulawesi Selatan dan pemberontakan APRA (Angkatan Perang Rata Adil) di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1950. Pemrintah RI sudah pernah merencanakan perburuan Wasterling namun gagal. Tahun 1967-an, waktu itu ada yang mengusulkan kepada Duta Besar Indonesia di Belanda, Soepomo Bayuadi dan atase militernya, seorang Kolonel Angkatan Laut, untuk menculik Westerling. Saat itu , ramai berita tentang kisah sukses satuan intel Israel, Mossad, yang berhasil menculik penjahat perang Jerman, Karl Adolf Eichman, dan dibawa ke Israel untuk diadili.
 "Wah, itu berbahaya, bisa merusak hubungan isternasional. Apalagi Belanda adalah ketua IGGI (Inter Govermental Group of  Indonesia) merupakan konsorsium negara-negara donor yang memeberikan pinjaman kepada Indonesia. Setelah IGGI dibubarkan pada 1992 digantikan CGI ( Consultative Group on Indonesi) di bawah naungan Bank Dunia. Beberapa usulan lain ialah menyewa pembunuh bayaran. Upahnya sekita U$ 11 ribu coba dikumpulkan dari saudagar-saudagar Bugis karena memang korban-korban pembantaian paling besar oleh Westerling  ada di Sulawesi Selatan. "Namun, kedua upaya tersebut tidak pernah dibuat ataupun dirancang oleh Satgas Intelijen Kopkamtib yang terkenal di Indoneisa tersebut," Dikutib dalam otobiografi Panda, Menembus Fakta.
Menurut Laksamana Madya Udara Boediardjo. Menteri Penerangan (1968-1973). Tokoh yang mempunyai ide untuk menculik Westerling ialah Achmadi, dia adalah Tentara Pelajar dan kemudian menjadi menteri perangan (1964-1966). "Waktu itu dia sedang tugas belajar di Belanda. Beliaulah yang mempunyai rencana menculik Westerling yang telah banyak membunuh rakyat Indonesia. Ketika misi rahasia ini bocor, dia diusir. Kemudia dipindahkan ke London" Kata Boediardjo dalam memournya. Siapa Sudi Saya Dongengi. Delapan tahun kemudian, 28 November 1987, Westerling pun dinyatakan meninggal dunia di kota kecil Purmerend, 20 kilometer dari Kota Amsterdam. Tanpa pernah diadili.

B. Narasi Sugestif
Narasi sugestif merupakan narasi yang berusaha untuk memberikan suatu  maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Contoh:
Seorang kakek duduk di atas meja belajar saya. Nampaknya ia letih namun tetap bersemangat. Pakaiannya merah panjang tampak seperti gaun pesta yang dikenakan wanita, serta pada bagian pinggangnya dililit menggunakan seutas tali yang nampak sudah begitu tua. Di ujung tali tersebut terikat sebuah kantong hitam. Dan tangan kakek tersebut tertutup lilitan kain merah seolah seperti sarung tangan jika kita lihat dari jauh, hanya saja berlobang-lobang.Tangan kanannya menggemgam sebatang tongkat dengan ujung bawahnya menyentuh lantai. Tongkat tersebut nampak kusam yang terbuat dari kayu padat, dan unutk ujung atasnya terpasang sebuah benda berwarna biru yang menyala-nyala. Barangkali batu berharga. Tangan kirinya memegang sebuah kitab kuno dan terlihat sangat besar berwarna merah dengan kuncung yang tinggi, tampak ala penyihir masa lalu. Raut muka kakek tersebut tirus dengan janggut putih panjang dan lebat seperti Sinterklas , hanya saja kakek tersebut jauh lebih kurus. Rambutnya berantakan keluar dari topinya. Bahkan warnanya sama seperti jenggotnya yang seputih kapas. Ia nampak begitu tenang, bibirnya tersenyum ramah penuh kasih. Potretnya mirip tokoh legenda yang bernama Dumbledore yaitu penyihir paling hebat di jagad Harry Potter. Mungkinkah kakek tersebut Dumbledore yang keluar dari khayalan saya ?

29 komentar:

  1. Terimakasih. Artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Wahh artikelnya sangat membantu. Terimakasih :)

    BalasHapus
  4. Narasi yang bagus dan sangat membantu dan membuat pebih mengerti

    BalasHapus

Pages